| |

| mercredi, avril 27, 2005 |
pekan anti tipi |
denger-denger, baru-baru ini ada rame-rame kampanye Pekan Anti Televisi. pusatnya sih bukan di Indonesia *jelas!*, tapi di Washington DC yang nun jauh di belahan bumi sana, tapi beberapa daerah di Indonesia ikutan juga, seperti Yogyakarta dan Nusa Tenggara Barat. *berita dari Radio 68H tadi pagi*
Media Indonesia Online Senin, 29 Maret 2004 11:20 WIB - KESEHATAN
Gaya Hidup Sehat dengan Sedikit nonton TV
Pemirsa televisi yang getol dapat diibaratkan seekor ikan yang tidak sadar bahwa dirinya selalu hidup di bawah air dan selalu basah. Itulah metafora yang dibuat oleh Frazier Moore (reuter 28/3), pemerhati masalah budaya televisi.
Moore bertanya, apakah yang akan terjadi jika orang itu selama seminggu tidak nonton televisi. Apakah dia ibarat ikan yang selama seminggu tidak terkena air? Itulah yang mendasari lahirnya gagasan "Pekan Matikan TV", yang selama 10 tahun mengajak pemirsa televisi untuk "melengos dari layar kaca dan menengok kehidupan".
Tahun ini pekan itu jatuh pada 19 April hingga 25 April *tapi kalo liat di websitenya, mestinya minggu ini: 25 April hingga 1 Mei*. Pada saat itu anda bisa memanfaatkan bersama tetangga, teman-teman di tempat kerja atau di kampus untuk bergabung melakukan kegiatan lain kecuali nonton televisi.
Tahun lalu, sekitar tujuh juta orang dalam ribuan kelompok mematikan televisi mereka, demikian menurut lembaga nirlaba Jaringan Matikan TV yang berbasis di Washington DC. Jaringan itu mempunyai situs jatingan maya www.tvturnoff.org yang dapat memberikan petunjuk pada masyarakat mengenai bagaimana mengkoordinasi kelompok "emoh nonton TV".
Berpaling dari nonton TV juga bisa dilakukan secara individual. Tak perlu pakai kelompok-kelompokan segala. Artinya, Anda bisa mempersiapkan sebelumnya untuk ancang-ancang tidak nonton TV selama sepekan. Anda mundur dari nonton "American Idols", "Sponge Bob Square Pants", "The Sopranos",dan para pengelola berita-berita kabel yang merintangi kampanye presiden.
Mungkinkah orang sanggup berpaling dari TV? Ini persoalannya. Jika diniatkan, apa susahnya? Tahun ini di AS terjadi sebuah gelombang pasang kemarahan terhadap bayangan televisi. Hal ini bisa menggiring masyarakat untuk tidak nonton televisi sebagai hukuman terhadap bos-bos media yang menyelinapkan tayangan yang tak mendidik pada Anda dan keluarga.
Moore bertanya, apakah kolam tempat selama ini Anda berenang mulai tercemar, atau lebih tercemar dari pada sebelumnya? Para wakil rakyat di Kongres yakin bahwa tayangan televisi sekarang kian tercemar. Bisa menjadi polusi bagi pikiran orang banyak. Pekan lalu, anggota legislatif sepakat untuk meningkatkan denda maksimum bagi lembaga penyiaran dan perorangan yang menayangkan materi cabul hingga Rp40 miliar/kasus. Ini sebuah kenaikan mencolok dari denda sebelumnya yang hanya sekitar Rp250 juta untuk badan hukum dan Rp88 juta untuk perorangan.
RUU itu sekarang sedang diajukan ke Senat AS. "Satu alasan kenapa pemirsa mengamalkan Pekan Matikan TV adalah karena mereka resah oleh pesan-pesan yang mereka terima dari TV dan inilah alasan yang terbaik," kata Frank Vespe, direktur eksekutif Jaringan Matikan TV.
Sebaliknya, jaringannya mengambil sikap ogah-ogah terhadap televisi tanpa mempertimbangkan apakah programnya baik atau buruk. Pokoknya antitelevisi!
Prihatin
Para pemikir budaya AS merasa prihatin karena jumlah waktu yang orang AS gunakan untuk nonton TV cukup lama. Apa saja mereka tonton. Rata-rata lebih dari empat jam sehari-yang bisa berarti lebih lama dari pada melakukan kegiatan yang lain. Wajar saja kelompok Vespe geram. "Apakah anda memusatkan pada pesan-pesan tak senonoh yang disiarkan lewat TV? Atau anda meninjau ulang hubungan anda dengan TV dan melepaskan cengkeraman TV dari anda?" tanya Vespe.
Pada tahun lalu, akibat nonton TV yang berlebihan di kalangan remaja menjadi perhatian nasional sehingga pemerintah pusat mengumumkan pekan lalu bahwa makan berlebihan dapat menggantikan merokok sebagai penyebab nomor satu kematian yang dapat dicegah.
Dua studi belakangan ini mengatakan, ribuan iklan permen dan makanan bergula menyumbang terjadinya wabah kegemukan anak-anak di Amerika. Jumlah iklan yang ditonton anak-anak AS setiap tahunnya meningkat dua kali lipat hingga 40 ribu sejak tahun 70-an, demikian Yayasan Keluarga Kaiser melaporkan bulan lalu. Mayoritas iklan yang ditujukan untuk anak-anak adalah iklan permen, sereal dan makanan cepat saji. Studi itu menyatakan 15,3 persen anak-anak berusia 6 sampai 11 tercatat sebagai kelebihan berat badan pada tahun 1999-2000, dibandingkan dengan 4,2 persen pada 1963-1970.
Dalam sebuah studi terpisah, Asosiasi Psikologi Amerika mengimbau pemerintah untuk membatasi iklan yang ditujukan pada anak-anak di bawah usia 8 tahun. Argumennya? Anak-anak belia ini sangat rentan terhadap iklan. Asosiasi itu minta agar pembatasan itu terutama dilakukan untuk makanan-makanan "sampah" (junk food). Dari hampir 17 jam setiap pekan acara TV yang disaksikan anak-anak usia 2 hingga 11 tahun, lebih dari sembilan jam adalah progam anak anak, demikian hasil Riset Media Nielsen. "Jelaslah bahwa nonton TV berlebihan berakibat pada krisis kegemukan pada anak-anak," kata Vespe. "Jadi Pekan Matikan TV adalah bagian dari pola hidup sehat."
Inilah isu yang aktual di AS. Matikan televisi.
Rakyat Indonesia sekarang lagi getolgetolnya nonton TV. Adakah lembaga nirlaba di sini yang berminat mempromosikan kampanye Matikan TV?* (X-9)
setelah baca dan denger berita ini, aku mulai berfikir... *meski aku belum punya anak.. nikah aja belum, boro-boro punya anak* dampak tv bagi diriku sendiri.
dulu, aku jarang sekali nonton tv. bahkan lebih sering, tv justru cuma jadi tempat meletakkan beberapa boneka kecil-kecil dan jadi penghias kamar. dampak positifnya? banyak. satu, aku jadi bisa memanfaatkan waktuku sepulang kantor untuk mencuci *emang sih ada tukang cuci di kos, tapi kalo undies kan lebih enak cuci sendiri, apalagi beberapa baju bisa hilang karna si mbaknya salah naroh loker. -di kos ku ada 70an orang loooh- belum lagi warnanya jadi cepat luntur karna dicuci dengan sabun colek, dan bukan deterjen* dua, kalo lagi absen nyuci, aku bisa baca buku. kalo bukan buku novel, kamus, majalah atau buku-buku laen lah.. tiga, kalo lagi males baca, aku bisa belajar-belajar aplikasi software di komputer lah.. lumayan hitung-hitung buat latihan. empat, *berhubung sekarang masih ikutan les di CCF* jadi bisa bikin PR... *udah berbulan-bulan ini aku nga pernah lagi ngerjain PR. dulu, teman-teman les suka curiga aku curi-curi waktu di kantor buat ngerjain PR. dan aku selalu bilang bahwa: kalo gua nga nyalain tv, gua pasti punya waktu buat bikin PR*
tapi itu dulu. sekarang lain. sejak aku ikut langganan tv kabel, remote tv adalah benda ke-3 yang aku sentuh saat tiba di kamar sepulang dari mana-mana. *setelah menyalakan lampu dan kipas angin: di kos nga bole pake AC, karna beban listrik untuk 68 kamar itu sudah CUKUP besar, lagian seharian di kantor pake AC, kulit jadi kering..* dan biasanya, tiap hari, pasti ada acara andalan yang PANTAS ditunggu. sebenernya cuma karna penasaran. nga lebih. dan akan lebih penasaran lagi karena episode itu sengaja dibuat gantung, supaya aku kembali lagi minggu depan.
nah, makanya nih temen-temen.. apalagi temen-temen yang punya dede-dede kecil yang lagi gemar nonton tv, ikutan yuuuk...?
and, Happy TV-TurnOff Week 2005!
 anyway, nice weekend everyone... inget, jangan nonton tipi terus-terusan weekend ini yah? mari layani papa, mama, adik, kakak, sodara, teman, pacar, dan sobat yang udah lama dicuekin.. juga novel-novel yang menumpuk dan blum sempat dibaca.. apalagi blog yang udah lama nga diapdet! hehehe... |
posted by clodi @ 10:36  |
|
|
|
| lundi, avril 25, 2005 |
loooong weekend |
looong weekend kemaren kalian ngapain aja?
kalo aku, akhirnya jadi fisioterapi.. thanks buat teman-teman yang udah ngasih info mesti ke klinik mana. akhirnya, kemaren ke Klinik Fisioterapi Sasana Husada. ternyata, yah namanya juga terapi, tentunya nga bisa cuman dateng sekali. yang ini mesti dateng SEPULUH KALI! bayangin aja. dan dari weekend kemaren, aku udah ngejalanin 3 tahap. masih ada 7 kali lagi.
awalnya, punggungku disinar pake sinar warna merah gitu. anget.rasanya kayak lagi dipijet-pijet.. ini sekitar 20 menitan deh. lalu, mulai di setrum-setrum kayak gambar di sebelah kiri ini nih... aga geli awalnya, tapi lama-lama enak juga. *kalo nyetrumnya nga terlalu keras, tapi tadi pagi nyetrumnya aga keras.. jadi setiap nyetrum rasanya kejut-kejut!* itu sekitar 20 menitan juga. lalu di-massage. pake alat gitu deh, bentuknya kaya ulekan, ujungnya dikasih gel trus digosok-gosok ke punggung dan ke leher. katanya, otot dan urat2 di daerah itu kejang semua. *mungkin karna kalo lagi di kantor, kebiasaan duduknya dalam posisi agak membungkuk dalam waktu yang lama* itu sekitar 10 menit lah. lalu dipijat ama dokternya, pake balsem! gila, itu rasanya DUINGIIIIIIN! biasanya, abis terapi aku demen panas-panasan di matahari. abis dingin banget dikasih balsem.
ugh, jadi kepanjangan cerita tentang fisioterapi nih.. nah, pas fisioterapi hari sabtu siang, kalung yang biasanya nempel di leherku itu kudu dilepas, karna takut meresap panas dan bisa bikin lecet leher. jadi, berhubung ditemenin bébé *nungguin di luar*, aku titip lah si kalung itu. sama bébé ditaro di kantor celana.
sepulang dari fisioterapi, aku pusing *tiap abis terapi bawaannya jadi pusing, ngantuk dan kedinginan* jadi dianterin pulang, dan bébé ke kantor, ada kerjaan lembur, katanya. sampe rumah, aku istirahat.... terlalu asyik istirahat, eh aku jadi lupa soal kalung itu.
sorenya, dijemput bébé, makan malam bareng, trus pulang. tidur. masih belum teringat soal kalung itu. baru, waktu bangun pagi-pagi, nelpon bébé ngajakin jogging di jalan sudirman *kan kalo hari minggu jalan sudirman ditutup tuh, ampe jam 8an lah*, tapi katanya ngantuk banget. karna udah kebanyakan tidur, aku nga bisa tidur lagi. mulai mengkhayal-khayal.. biasanya, sambil mengkyahal aku suka gesek-gesekin jari ke kalung itu. pas megang leher, aku baru sadar. OH-OH!
jangan-jangan KALUNG ITU MASIH DI KANTONG CELANA BéBé??!? *sambil dalam hati berdoa bébé nga lupa mindahin kalung itu ke dompet* buru-buru nelpon bébé lagi. *maaf mengganggu lagih* "bé, kalung ada di mana ya? masi sama bébé kan?" "kalung...!?!" *aku membayangkan bébé langsung terkerjab-kerjab dan mengingat-ngingat* "iya, kan k titip waktu kemaren mau terapi?" "ya, ampuuun.. masih di kantong celana!" "walah... coba dicek? udah dicuciin blum?" "bentar..." brug! brug! brug! *lantai kamar kos bébé pake papan, jadi kalo jalan bunyinya gitu* "waaah, cuciannya udah diambil!!" "haaaaaaahhh...???? dicek ke jemuran dong? mudah-mudahan masih ada di kantong.. nanti k tlepon lagi ya?"
tuuut-tuut-tuuuut!
karna nga sabar ditambah lagi ragu kalo bébé serius nyariin kalung itu, aku samperin juga kos bébé pagi itu *kos-nya deketan*. sampe sana, di lantai dasar nga ada orang. kosong. *bébé kamarnya paling atas, lantai 4*, bébé juga nga ada di bawah. pas di telp, ternyata bébé abis doing #2 *you know*, 2 menit kemudian dia turun. trus kita sama2 nyamperin kamar si mbak yang nyuciin baju bébé. *meski kalo udah begini aku mestinya pasrah, karna nga punya bukti sama sekali*
tok! tok! nga lama, si mbak ngintip dari dalam. pintunya dibuka cuma setengah. "mbak, waktu nyuci celana saya.. ada nemuin kalung nga?" tanya bébé. "kalung? kalung kaya gimana?" "kalung, kalung emas..." "kayak gini?" si mbak mempertontonkan kalungnya samar-samar. mirip sih. "yah, kayak gitu lah" "oh, nggak ada tuh." *selama ngomong gini si mbak sama sekali nga mau ngeliat ke arah aku.. aku kan jadi curiga* "mbak udah periksa kantongnya?" aku mulai memotong pembicaraan, penasaran. "tapi nanti deh, siapa tau pas lagi nyetrika ketemu." "oh, ya udah deh.. tolong yah mbak?" bébé masang tampang memelas.
aku langsung jutek. kecurigaanku semakin menjadi. "bébé udah cek semua kantongnya? emang nga ada?" "udah tadi. tapi..." eh, si bébé nga terlalu yakin juga rupanya. kudu dobel cek! aku langsung naik ke lantai atas... ke tempat jemuran, diikutin bébé dari belakang. *padahal kalo tamu mesti nunggu di bawah, tapi ini kan emergency?!* sampe di jemuran, aku periksa BENER-BENER semua kantor celana jins itu. dua kantong di depan, kosong. dua kantong di belakang, kosong juga. kantong kecil yang suka buat koin, juga kosong.
asli rasanya banget. sebenernya kalo dirupiahin mungkin harga kalung itu emang nga seberapa sih. tapi, kalung itu dikasih ama mamaku. kalung yang dia beli waktu dia masih gadis. dulu suka dia pake. tapi akhirnya dikasih sama aku. itu yang membuatku sedih banget. akhirnya sepagi itu aku udah misuh-misuh, nangis-nangis, dan bermuram durja .
bébé juga jadinya sedih banget. tapi, aku *sejujurnya* sempet ngerasa kesel juga ke bébé. sempet curiga kalo bébé nga serius soal kehilangan ini. ngerasa kalo bébé nga nganggep kalung cukup berharga untuk ditemukan. akhirnya, kami jadi serba salah. aku jadi ikutan sebel sama bébé. secara aku juga udah BT banget karna kecurigaanku tentang kalung itu semakin membumbung...... emosi berat!
karna ngambek, aku mau mobil sendirian. tapi bébé ngotot mau ikutan *padahal dia tau bakal dikacangin*, katanya takut ada apa-apa di jalan. *iya sih, soalnya aku suka nyasar kalo nyetir mobil, mana nga bisa pula baca peta. pfff!* akhirnya aku mulai nyetir. bungkam. sambil sesekali terisak-isak. sedih. sebel. kesel. curiga. mikir. semua nyampur.... sampe bébé mesti beberapa kali ngasih tau 'awas kiri! awas ada bis! awas nabrak anak-anak!'
sebenernya cuman pengin ke lapangan monas sih kemaren pagi itu tapi, itu nyasarnya ampe kemana-mana. tapi soknya, kalo bébé bilang kiri, aku ambil jalan kanan. kalo kata bébé lurus, aku belok! *maklum dong, namanya juga lagi kesel* akhirnya bébé dieeeem aja. kliatan banget dia ngerasa nyesel karna lupa ngeluarin kalung itu dari kantong celana. dan sedih juga karna takut aku tersinggung kalo dia bilang mo gantiin.
*ngebayangin kejadiannya* "udah deh, bébé gantiin nanti kalungnya" "ganti?! ganti kamu bilang? emangnya semua hal bisa dibeli dengan uang?!" *sinetron banget yak??!*
tapi bébé diem aja. sampe di Monas, haus juga.. abisnya nangis terus.
aku turun dari mobil, berjalan cepat-cepat. tapi bébé ngikutiiiin terus. trus, aku pura-pura sibuk nyari minuman, pura-pura nga peduli kalo bébé nguntit terus dari belakang. pas beli minuman, sempet liat bébé, jadi aku beli 2. satunya untuk bébé. tapi, abis itu aku berjalan cepet2 lagi, ninggalin bébé. eh, pas liat ke belakang, bébé masih ngikutin aja. akhirnya, karna capek... aku duduk juga.. dan bébé duduk di sebelahku. mau ngobrol, katanya. tapi, aku terlalu bt buat ngobrol. bawaannya jadi cepat emosi.
aku pikir-pikir, waktu hari itu udah hampir siang. *ngapain bt terus-menerus yah? padahal besok pagi bébé mesti berangkat ke luar kota. ngapain nangis-nangis nga keruan? biarin lah, mungkin nanti ada hikmahnya kalung itu hilang* aku mulai berfikir-fikir ngasih alasan apa ke mama, biar nga tersinggung.
lalu aku putuskan untuk pulang, mandi trus makan siang. bébé kembali minta maaf. ya sudahlah. mau dibilang apa? tokh kami nga punya bukti kalo kalung itu diambil sama si mbak? cuma bisa berharap ada keajaiban aja.
*aku terlalu pesimis bahwa masih ada pembantu yang jujur -kos bébé hampir sama kaya kosku.. orangnya bejibun! jadi kalo baju sempat salah masuk loker orang, jangan harap kembali deh-, mengingat aku selalu kehilangan uangku kalo kelupaan diambil dari kantong celana. jangankan uang 50ribu, bahkan 1ribu aja tetep diambil... boro-boro kalung??*
kami-pun pulang. mandi. janjian 30 menit kemudian.
abis mandi, seger. mata agak sembab sedikit. hati masih sedih. tapi, ya sudah lah. bébé sms, katanya udah nunggu di lantai bawah. aku turun ke bawah, disambut bébé dengan senyum. segera kubalas. sambil dalam hati berjanji, siang itu aku nga mau nangis-nangis lagi.
sebelum masuk ke mobil, bébé ngasih kabar... kalungnya dibalikin! puji Tuhan.
"yang balikin siapa, bé?" "mbak yang jaga" *berhubung yang bantu2 di kos itu ada 4 orang, jadi ada 1 orang yang bertugas jadi penjaga kos dan 'ibu' dari mbak-mbak yang lain* "katanya gimana?" ".... .... ... katanya ketemu di kantong yang kecil." aku menyernyit.... 'di kantong kecil? bukankah.. ... ........?' *tolong baca tulisan warna biru-cetak tebal-cetak miring-ukuran besar-dan digarisbawahi yang di atas tadi*
"bébé juga nangis tadi. emang cuman Tuhan yang bisa mengubah hati orang." * amin. semoga Tuhan memberkati si mbak itu.* |
posted by clodi @ 08:44  |
|
|
|
| jeudi, avril 21, 2005 |
emang kita berbeda |

KALO PRIA NYARI ISTRI
seorang pria sedang bingung untuk memilih 1 dari 3 wanita yang sedang dikencaninya. sebelum menikahinya, dia berniat untuk mengetes bakal-calon istrinya itu. lalu dia memberikan hadiah ke masing-masing wanita sebesar 50 juta rupiah dan mulai memperhatikan apa yang akan mereka lakukan terhadap uang tersebut.
wanita pertama benar-benar melakukan perubahan besar-besaran . dia pergi ke salon, mengecat rambutnya, membeli peralatan kecantikan baru dan lengkap serta beberapa potong pakaian baru dan dengan sangat cantik. dia mengatakan bahwa dia melakukan semua itu agar terlihat lebih bagi sang pria, karena dia sangat mencintai pria itu.
sang pria merasa terkesan.
wanita kedua pergi berbelanja dan membelikan sang pria banyak , semua hadiah yang diinginkan sang pria. saat memberikan semua hadiah tersebut, wanita itu berkata bahwa dia rela memberikan semuanya bagi sang pria, karena dia sangat mencintai pria itu. 
lagi-lagi, sang pria merasa terkesan.
wanita ketiga menanamkan di bursa saham dan berhasil mendapatkan hingga 50 juta rupiah. dia kemudian mengembalikan 50 juta milik sang pria dan menanamkan kembali modalnya ke bursa saham dan dalam rekening bersama. dia berkata bahwa dia ingin menabung demi masa depan mereka , karena dia sangat mencintai pria itu.
dan tentu saja, sang pria merasa terkesan.
kemudian sang pria mulai keras tentang bagaimana tiap wanita tersebut memanfaatkan uang yang telah diberikannya.
akhirnya, dia memutuskan untuk wanita yang memiliki ukuran dada paling besar!
aaaaahh, DASAR PRIA!
--------------

BUKU HARIAN ISTRI :
minggu malam.
dia bertingkah aneh. sebelumnya kami janjian di café. aku seharian dgn teman-teman, sehingga mungkin dia kesal karena aku agak telat sampai di café, tapi dia tak berkomentar.
ngobrolnya nggak nyambung, jadi aku usul untuk pergi ke tempat yang agak sepi supaya ngobrolnya lebih enak, dia setuju tapi tetap dan berjarak. aku tanyakan apa yang salah, dia jawab, "tidak ada". aku tanya lagi apakah kesalahanku yang membuatnya kesal. dia bilang, "hal ini tidak ada kaitannya denganmu, jadi kamu nggak perlu khawatir".
waktu pulang, kubilang aku mencintainya, dia cuma dan tetap . aku tak bisa menjelaskan perangainya sore itu. aku tak habis pikir kenapa dia tak menjawab, "aku cinta kamu juga". sesampainya di rumah, aku merasa kehilangan dia, dan seolah-olah dia tak menghendakiku lagi. aku , dia hanya duduk dan , dia terlihat jauh dan menghilang.....
akhirnya aku putuskan untuk tidur. sekitar 10 menit kemudian, dia menyusul ke kamar. aku nggak tahan lagi, kuputuskan untuk menghadapinya dan menanyakan soal sebenarnya, tapi dia langsung tertidur . aku mulai menangis sampai tertidur. aku tak tahu apa yang harus kulakukan. hidupku serasa kiamat... 
BUKU HARIAN SUAMI :
hari ini Manchester United kalah. SIALAAAN!!! 
 anyway, happy LOOOOOONG weekend everyone... *selamat menyambut Maulid Nabi, bagi yang merayakan* and MET HARI KARTINI buat Kaum Hawa sekalian |
posted by clodi @ 15:15  |
|
|
|
| mercredi, avril 20, 2005 |
pijat |
* aku mencoba menikmati gelembung-gelembung air di kolam kecil itu. hangat. sambil mataku yang terkerjab-kerjab. masih nga percaya sama apa yang baru terjadi. masih terbayang, tusukan jarinya, tekanan tangannya yang kuat, bunyi-bunyi hampir di seluruh sendi-sendiku, cekikannya di leherku yang membuatku merasa kayak baru disiksa habis-habisan.*
"berapa lama?" tanya ibu paruh baya itu, pelaaaan sekali. *harus bisik2 rupanya* aku mengangkat jari telunjukku. dia mengangguk, dan mulai MENYIKSAKU!
sentuhan pertama, kusambut dengan AAAARRRGGGHHH!!!!!  si ibu terang aja langsung kaget! *dalam hati memaki diri 'kenapa tadi sok milih yang MEDIUM!?'* "maaf.. maaf... saya nga biasa dipijat, bu.." "ooh.. padahal itu tadi baru dipegang, belum dipijat." auranya santai.
*aku langsung ngambil baju dan cabut!*
*eeh, hiperbola deng.. rugi amat! udah bayar kok mau cabut?*
penyiksaan pun dilanjutkan. pertama di punggung. mukaku berubah biru-ijo-coklat dan mulai jejeritan dari 'amang-oiiiii-amaaaaang, acid naiiii' sampe 'aw! aw! ayawawawawawaaaaarrrrghhh!!!' sambil sesekali memohon, "ibuuu, pelanin dikiiiit doooong...?" dan selalu dengan santai si ibu menjawab, "ini udah pelan, neng..." *dalam hati memaki diri 'kenapa tadi sok milih yang MEDIUM!?'*
nga puas cuman nyiksa di punggung, si ibu mulai menyiksa ke leher dan mulai MENCEKEK-CEKEK! tapi karna malu jejeritan terus, aku memilih untuk menggigit bibir ajah , nahan sakitnya yang RUAAARRR BIASSA!! tapi, karna aku diem aja, si ibu jadi binun... "neng....?" *aku diem aja, pura-pura ketiduran.. padahal boong banget, baru beberapa detik lalu jejeritan.. tapi aku males menjawab, jadi aku diemin aja.* "neng....? neng...?" nada suaranya mulai khawatir. *aku menggeser tanganku sedikit dan kudengar dia bernafas lega* "kenapa, bu?" "saya pikir udah matek! abis, udah nggak ada suaranya!" kemudian kembali MENYIKSAKU!
abis nyekek-cekek, tangannya mulai turun.. ke bawah.. bagian belakang... aku sampe si ibu make kayu buat nusuk-nusuk.. abis, SAKIT BANGET! "aw! aw!" "kenapa, neng? kuku saya ya?" "emang ibu kukunya panjang ya?" "ibu mah nga ada kukunya, tuuuuuuh.." dia menyodorkan tangannya ke depat mataku. bener, kukunya pendek banget malah. "kok sakit banget?!"  "ya ampun, neng.. ini masih dipegang-pegang aja.." * daritadi pegang-pegang aja udah sakit, gimana kalo dipijet?!*
setelah bagian belakang, lalu bagian depan. aku sempat juga. karna ingin mencairkan suasana, katanya, "ibu mah udah biasa liat yang kaya gini." duh, kata-kata kaya gini, bukannya bikin tenang malah bikin tambah .
pijat sana-sini, aku mulai bisa nahan rasa sakitnya. pas pijet dikit di bagian samping, kok *kayanya* agak pegel yah? "bu, samping sini kayaknya agak pegel yah?"
kaya dapat sasaran baru si ibu memerintahkan, "ayo, miring!" dan aku-pun mulai ber- lagi.
pas lagi seru-serunya ber- , tiba-tiba si ibu berhenti. * ngambek kah?* "waktunya habis, neng.. mau diterusin?"  aku langsung...... 
 lalu aku keluar dari kamar penyiksaan itu, dan mulai merenung sambil menikmati gelembung-gelembung air di kolam air panas ini. kemudian pindah ke kamar panas yang terbuat dari bahan-bahan kayu itu. nikmat sekali. rasanya benar-benar relaks. setelah 15 menit di situ, kemudian aku mandi. perutku rasanya keroncongan dan mata mulai menyipit. mengantuk. lalu pulang..... 
tapi, waktu bangun pagi ini......
semua badan rasanya pegel!
*wah, mungkin aku nga bisa dipijat? atau ini reaksi wajar kalo pertama kali dipijat...?* |
posted by clodi @ 16:28  |
|
|
|
|
Paus Benediktus XVI |
tujuh belas hari, seluruh mata dan hati tatap satu arah, menanti berhembusnya asap putih, hingga tiba mimpi yang didamba,
berharap baktimu penuh pimpinan, harap tapakmu capai seluruh penjuru bumi, mari kenakan senjata doa, selamat berkarya, Bapa Suci.. |
posted by clodi @ 12:39  |
|
|
|
| lundi, avril 18, 2005 |
sakit |
udah 2 bulan ini aku ngalamin sesak nafas. awalnya sih cuma sesak biasa, nga terlalu aku tanggapin.. karna sesak sebentar lalu hilang. tapi, waktu aku survey ke Aceh, sesak yang aku rasain luar biasa... sampai-sampai aku mau ke RS darurat yang emang siaga 24 jam untuk para korban. tapi, aku menolak dan berdalih mungkin cuma masuk angin. tapi, memang sesaknya luar biasa waktu itu. sampai beberapa orang bilang aku 'ketiban!' ya amplop! mana ditambah lagi cerita2 bahwa di posko tempat aku menginap itu, waktu terjadi bencana tsunami, dipenuhi dengan mayat.. sampai puluhan bahkan ratusan... bikin aku makin bergidik aja.. untung keesokan harinya, tim bertolak kembali ke Jakarta.
pulang dari Aceh, aku periksa ke dokter di rumah sakit, katanya pembengkakan hati *serem juga!*, tapi mungkin juga asam lambungnya naik *maag*. dikasih obat, nga sembuh juga.. lalu aku disuruh tes USG, dan hasilnya: lambung, hati, usus, dll semuanya normal. dan ditemukanlah kenyataan bahwa manusia berhati besar *dalam arti sebenarnya *.
lalu dia curiga , mungkin asam lambungku naik, jadinya sesak. hmm.. lalu aku dikasih obat untuk meredakan maag.. katanya asam lambungnya tinggi *padahal, dari dulu aku nga pernah ngalamin sakit maag, dan waktu itu aku nga ngalamin yang namanya muntah2 atau mual2* tapi, apa kata dokter.. jalani saja lah...
seminggu. nga sembuh juga. aku lalu ganti dokter. masih dokter penyakit dalam, tapi aku ke dokter yang buka praktek, bukan dokter rumah sakit. seminggu pertama, dikasih obat.. nanti kalo masih sesak, aku disuruh rontgen paru-paru dan jantung lalu tes daya tampung paru-paru *autospiro, alatnya kaya gambar di sebelah kanan ini nih.. lalu kita disuruh narak nafas sedalam-dalamnya, lalu dibuang sampai sehabis-habisnya lewat pipa yang warna putih itu*. waktu tes autospiro itu, saat buang nafas sampai habis..... rasanya sakit sekali. berkali-kali diulang karna nafasku tidak terdeteksi oleh alatnya. tapi waktu hasilnya keluar, ternyata semua normal. paru-paru, jantung semua perfectly normal.
habis tes, kata dokternya, mungkin ini ototnya. kejang atau keram. jadi mesti olahraga. kupikir, masuk akal juga . untuk tambahan informasi, aku cerita ke dokter ini bahwa dokter sebelumnya nyuruh tes USG, dan ternyata normal. lalu katanya *sambil geleng-geleng, kesannya dokter yang sebelumnya itu bego banget*, "kalo orang sesak nafas, yang dicurigai paru-parunya dong? atau jantung! jadi tidak perlu tes USG." *padahal tes USG itu lebih mahal dibanding foto jantung dan tes autospiro* lalu aku dikasih gel *feldene* untuk mengurangi kejang otot. tapi, ternyata waktu dipaksa dibawa olah raga.. rasanya badanku malah makin remek. hari kamis kemaren jogging, eh hari jumatnya langsung lemezz... trus, kemaren sabtu, bébé ngajakin aku ... *sebenernya bébé nga gape berenang, tapi berhubung aku sepertinya butuh berenang, maka dengan terpaksa sukacita dan hati beria-ria lah dia ngajakin berenang juga* eh, waktu mencoba berenang gaya dada *waktu tangan membuka mau narik nafas dan mendorong tubuh ke permukaan* rasanya otot-otot punggungku sakit sekali. dan bangun paginya, lebih sakit lagi. kerasa sampe hari ini... padahal udah diolesin gel yang dari dokter itu...
waktu itu, pak dokter udah ngasih rujukan untuk menjalani fisioterapi. *denger namanya jadi serem, kok kayak udah parah gini yah?* tapi belum dijalanin. masih mikir-mikir. masih mau coba dibawa olahraga pelan-pelan....
tapi di forum, fisioterapi itu kayak pijat tapi pake laser.. iya sih, kemaren juga dokternya bilang gitu.. lalu kata temen-temen biasanya untuk orang yang patah tulang atau abis kena stroke, karna beberapa bagian tubuh lama tidak berfungsi dengan baik.. jadi butuh rangsangan. dipikir-pikir, emangnya sampe perlu fisioterapi kah? soalnya, aku absen olahraga kan baru 3-4 bulan ini *hehehe.. sebenernya itu lama yah?* tapi, sampai segitunya kah badanku remek kalo dipaksa olahraga...?
aaaah, payah... 
* baru sadar, ternyata aku jadi kelinci percobaan yah?* |
posted by clodi @ 12:09  |
|
|
|
| vendredi, avril 15, 2005 |
last song syndrome |
salah satu kolega-ku suka sekali bersiul *meski kadang aku suka susah dibedain dia lagi bersiul atau lagi cegukan*. misalnya nih, waktu ada telpon bunyi, atau ada sms masuk. kalo punyaku, smsnya nga pake tone, tapi lagu, jadinya setelah itu dia langsung bersiul-siul mengikuti nada yang baru dia denger. padahal biasanya nada-nada ringtone kan bukan nada yang gampang buat disiulin... atau dicegukin *nga jadi ah, nanti jadi garing kayak asgar* jadinya terdengar rada aneh aja waktu dia siulin.
dan kejadian yang begini ini, bisa berkali-kali, bahkan seharian. 
kayak misalnya aja, pas kita mo pergi ke mana, ada tukang jualan es krim Wall’s yang pake sepedah itu ngelewatin kita, dengan lagunya: “teeeee nooonet... teeeee noonet... tenonenonenot!” *TST lah gimana lagunya *
sepanjang jalan, tanpa sadar nih, kita nyanyiin lagu “tenonet” itu deh, atau paling nga yaaah bersenandung lah.
iya kan? hayooooo, ngaku...
aku menyebut ini *mungkin ini emang bukan teoriku* ini biasanya disebut dengan: last song syndrome.
satu kali, ada seorang teman seharian nyanyiin sepotong lagu OST dari sebuah film produksi BOLLYWOOD *padahal, dia itu paling anti film india, boro-boro ngedengerin lagunya?* eeh, nga sampe sepuluh menit aja diem, dia udah mulai lagi nyanyiin potongan lagu itu. padahal yang dinyanyiin yah yang sepotong itu aja, nga lengkap karena emang dia nga pernah tau lengkapnya lagu itu seperti apa. waktu mulai brenti nyanyiin, pelan-pelan dia mulai bersenandung, nada yang sama... untuk potongan lagu yang itu juga. dan emang cuma yang sepotong itu aja.
 dia mulai senewen. kesal. sebel. jengkel. lalu marah-marah. “SIAPA SEEEEEH YANG TADI PAGI MUTER LAGU INIIIII??!”
kemudian mulai menyalakan MP3-nya kencang-kencang. lagu rock. 
 anyway, nice weekend everyone... |
posted by clodi @ 09:39  |
|
|
|
| jeudi, avril 14, 2005 |
semua orang tau rahasia umum |
sebenernya apa sih yang disebut rahasia umum? namanya rahasia, tapi semua orang tahu.. jadi, kenapa masih disebut rahasia? seperti beberapa orang yang udah 'dicap' sebagai koruptor atau 'dicap' pembunuh *yang notabene semua orang udah tau*... contohnya.... yaaaah, mereka-mereka-mereka-mereka *saking banyaknya satu kata mereka kayanya nga cukup yah?* itu lah...
tapi sekarang ini aku nga mau ribet-ribet ngomongin koruptor atau pembunuh atau pemerkosa, atau apa lah...
critanya gini, kemaren ketemu kenalan, sebut saja si mbak (bukan nama sebenarnya, red.) udah rahasia umum semua orang tau lah kalau dulu si mbak ini pernah mengalami kebotakan dini. mengingat rambut adalah mahkota bagi wanita, jadi hal seperti ini jelas jadi momok besar buat dia. berkali-kali kita teman dan saudara terdekatnya udah nganjurin untuk nyobain beberapa macam obat.. mulae dari resep dokter, obat salep, pil cina, hair tonic khusus, shampoo khusus, massage.... tapi emang dasarnya si mbak yang nga telaten, terang aja nga sembuh-sembuh..
dulu, untuk menyembunyikan kondisinya, si mbak suka pake bando yang ada rambutnya itu tuuh... tapi rahasia umum semua orang tau lah kalo rambut yang keliatan di luar itu bukan rambut asli, karna beda banget warnanya dengan rambut asli yang keliatan agak kemerahan. *lupa cerita... kebotakannya si mbak ada di bagian tengah, jadi bagian depannya terlihat biasa aja, dan kalo diiket ekor kuda gitu sebenernya nga keliatan juga sih, tapi rambutnya jadi keliatan tipis banget.. makanya, si mbak lebih suka pake bando kayak gitu*
setelah hampir 2 tahun nga ketemu, kemaren ketemu lagi di pesta salah satu famili, kebetulan kami nginepnya bareng. waktu aku ketemu si mbak, busyeeet itu rambut lebat banget lah, dan sudah panjang.. hatiku rasanya seneng.. berarti si mbak udah sembuh..
nah, besoknya pas lagi ngantri mau mandi, *maklum, yang nginep bareng kan banyakan, jadi kudu ngantri. ini baru mandi.. blum lagi ngantri dimake-up dan dandan sagala lagi...* lalu, ding-ding-ding si mbak keluar dari kamar mandi dengan rambut yang digulung handuk... oooh, keramas... ya zudah, aku pun mandi lah.. *karna sekarang rambutku udah pendek, jadinya nga perlu lagi deh pake2 shower cap, hehehe...*
selesai mandi, aku pikir bakal ngantri lagi setelah si mbak dikonde, ternyata dia milih untuk make-up sendiri. aku tidak berfikir apa-apa, soalnya semua orang seperti diburu-buru harus segera tiba di gedung.
pas kita semua siap mau berangkat, kira-kira sejam kemudian lah, si mbak keluar dengan rambut panjangnya tanpa ada tanda-tanda bekas keramas.. padahal rambut sepanjang itu *sebahu sih, panjangan dikit* kan butuh waktu yang cukup lama untuk ngeringin meski pake hair dryer, plus make-up, plus pake kebaya gitu.. baru aku sadar, itu wig yah?
tanya sana-sini, kata mereka... itu rahasia umum! semua orang tau kalo si mbak sekarang bahkan udah mulai mengoleksi wig! tapiiiii..... si pacar yang udah dipacarinya dua tahun itu sampe sekarang belum dikasih tau soal ini...
aku mendengar itu sedih aja.. ini, udah rahasia umum, udah semua orang tau.. kenapa masih nutup-nutupin juga yah? emang sih, wig jaman sekarang kan udah ada yang katanya bikin pori-pori di kulit kepala tetap bisa bernafas, tapi kan teteup aja kurang sehat.. pantes aja semua pengobatan nga ada yang berhasil, karna dia selalu make wig setiap ada orang lain *walo yang di sekitarnya itu kita-kita juga...* meski si mbak sebenernya tau, kalo semua orang udah tau tentang ini..
entahlah, mungkin emang dia lebih menikmati ini sebagai rahasia umum?
p.s: dulu, aku pernah juga sih kayak gini... sebenernya botaknya itu gara-gara.. 
dulu, zaman smp, temen yang duduk di belakangku suka risih kalo liat ada satu-dua helai rambutku yang berdiri.. katanya, itu RAMBUT GATAL! lalu, tiap hari dia cabutin si rambut gatal itu satu persatu... sampai..... ..... ..... ... ubun-ubun kepalaku jadi botak! apalagi kalo abis keramas, rasanya maluuuuuuuu deh mau main keluar *waktu kecil nga kenal yang namanya hair dryer*...
jadinya tiap rambut baru itu numbuh *yang pasti jigrak* langsung aku gunting, lama-lama... rambut yang jigrak jadi makin banyak! *jadi inget salah satu anak yang di Little Rascals yah?* sampe waktu rambutku mulai panjang, si rambut turunan dari rambut gatal itu selalu aku umpetin di bawah rambut lain dan selalu aku ikat ekor kuda.. sampe akhirnya mereka panjang juga...
kalo inget cerita ini, aku suka ketawa sendiri........
tapi kasusku ini, tidak termasuk rahasia umum kan? soalnya, yang tau cuman aku, dan temen deketku.. keluarga aja pada nga tau, karna tiap abis keramas *waktu rambutku blum bisa diikat* si rambut jigrak itu selalu aku gunting, jadi nga keliatan.. bahkan si temen yang suka gemes sama rambut gatal itu aja nga tau! dan... untungnya cawu *dulu kan sekolahan pake sistem catur wulanan, bukan semesteran* berikutnya, tempat dudukku dipindahin.. pffffiuhh...!
RAMBUT GATAL?! ada-ada aja....
anyway, berarti rahasia umum itu.... kebenaran yang belum bisa dibuktikan? atau kebenaran yang hanya untuk kalangan sendiri? ah, tapi kalau dibilang umum, berarti bukan hanya untuk kalangan sendiri dong? berarti gosip? atau kebenaran yang ditutup-tutupi?
* berarti dimana-mana, banyak banget dong yang disebut rahasia umum? * |
posted by clodi @ 10:43  |
|
|
|
| mardi, avril 12, 2005 |
gotcha! |
weekend kemaren, ada kawinan bibi tante. jadi semua anggota keluarga-pun berkumpul lah di situ. berhubung aku dan Bébé emang udah serius , kamipun ikut serta lah di ramai-ramai kawinan kemaren.
aku blum pernah ngikutin acara resepsi dari awal, ternyata pake prosesinya segala yah? khihihi, baru tau aku... jadi kemaren aku juga emang dipaksa disarankan untuk datang, dan disuruh diminta untuk MEMPERHATIKAN!
biasanya, keluarga besarku kalau menikah, cukup pemberkatan lalu pernikahan adat dan selesai. tapi, berhubung tante-ku ini menikah dengan jong celebes pria Manado, jadi resepsi-pun digelar hari minggu kemaren di Jakarta, so, aku kami emang mesti dateng. mana Bapakku juga udah bela-belain dateng dari Medan, jadi kami bener-bener nga ada alesan buat nga bisa ikut, apalagi acaranya di kawasan Kuningan... jadi, NGA MUNGKIN banget untuk nga ikutan.... karna lokasi resepsinya deket banget sama kos-ku.
pertama, prosesi memasuki ruangan.. aku disuruh ikutan dalam iring-iringan pengantin memasuki ruangan. duh, mana semua bibi-bibiku tante-tanteku pada pake kebaya.. masa aku yang absen berkebaya disuruh ikutan juga? tapi, katanya ikut aja, biar rame! Bébé-pun dikaryakan untuk jadi tukang foto. *duh, sayang kemaren nga sempet mindahin foto-fotonya ke kompi.. tapi ya sudahlah, tidak begitu penting kan? *
kedua, prosesi suap-suapan kue pengantin.. yaaah... biasa lah.. si pengantin menyuapi mertuanya masing-masing, lalu saling nyuapin... yaaaah... biasa lah..
ketiga, prosesi sedikit permainan.. semua orang berdiri mendekati pengantin, lalu pengantin potong kue.. lalu, ada permainan-permainan kecil, seperti si pengantin wanita menyisakan kue di bibirnya lalu si pengantin pria diwajibkan untuk mengambilnya dengan bibir juga tentu.... lalu wedding kiss yang mesraaaa.. khihihi.. *aku blum pernah liat yang begini, jadi seneng ajah!* lucu ngliat si penganten malu-malu. abisnya, keluarga besar kami cenderung konvensional, jadi mungkin bagi beberapa orang tua yang begini kerasa aga risih... tapi, aku sih seneng aja ngliatnya, lucu.
keempat, prosesi lemparan buket pengantin..
oke, ini bukan pertama kalinya aku berdiri dengan jantung berdebar kecil, penasaran bakal dapat nga kali ini? aku menarik beberapa tamu yang *mudah-mudahan bener* belum menikah untuk ikutan dalam permainan ini *masa yang rame-rame cuma pihak keluarga aja? kan nga seru?!*
aku berdiri paling belakang. kali ini beneran berharap jangan sampai buket bunga itu terjangkau olehku, atau tidak sengaja kena ke aku atau mengarah ke aku, ahhh pokonya nga pake yang begitu-begitu deh... *soalnya, HELLO?! ini kan pesta keluarga, bukan pestanya teman? kalo pestanya teman sih, aku akan dengan semangat berdiri di tengah! *
kemudian, si tante siap-siap mau melemparkan buketnya, pake acara ngintip dulu daerah mana yang rame. aku-pun mundur satu langkah. lalu satu langkah lagi. menjauh. semakin nga pengin ikut-ikutan.
dan, satu...
dua...
ti....
ga!
O-MI-GO! *maksudnya Oh-My-God!*
mataku terbuka lebar, kaget. aku menutup mulutku nga percaya.
dan semua sepupuku tertawa-tawa, lalu berjalan mendekatiku dan mulai menyalamiku..... selamat! selamat! kata mereka.
ternyata Bébé yang berhasil menangkap buket itu!
*gilaaaaa! waktu itu semua rasa jadi campur aduk.. malu, seneng, kaget, bahagia, terharu, lucu, geli, ahh.. pokoknya semua deh!* di kejauhan kulihat Bébé senyum-senyum aja. sekilas kulihat Bapakku juga ikut tertawa bersama saudaraku yang lain.
kelima, prosesi berikutnyaaaaa.. *sebenernya sesudah itu, acara mulai foto-foto, seperti biasa..* semua sodara satu-persatu jadi nyalamin aku.. bahkan beberapa tamu. selamat yah! menyusul yah! kata mereka. kalian dapat bunga loh! itu artinya kalian mesti segera menyusul!
selanjutnya, sambil mengusir kebosanan, aku teringat terus momen saat buket itu mampir dengan mantapnya di tangan Bébé... sambil terus senyum-senyum...
pembelaan diri menurut Bébé, katanya itu refleks.. dan Bapakku *sang calon mertua* juga sependapat. kata mereka, 'itu refleks!'
ah, apa-pun itu.... mau refleks atau sengaja, pokonya buket bunga itu mampir, berarti kami akan menyusul..
ahh, semoga..tolong doain yah? |
posted by clodi @ 11:12  |
|
|
|
| jeudi, avril 07, 2005 |
Ow-Yey-Kaa! |
* maaf yah, banyak tinta merah-nya..... lagi kesel, harap maklum*
pernah denger tentang Ow-Yey-Kaa! nga? itu looh, Operasi Yustisi Kependudukan.
Harian Republika, Kamis, 16 September 2004
PEMPROV GELAR OYK TERPADU DI RUMAH KOS DAN KONTRAKAN
JAKARTA – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta menggelar Operasi Yustisi Kependudukan (OYK) secara terpadu di lima wilayah Ibu Kota. OYK digelar di rumah-rumah kos, kontrakan, losmen, penginapan, apartemen, dan kondominium.
Kepala Disdukcapil Provinsi DKI Jakarta, Sylviana Murni, pihaknya tak menggelar OYK di hotel-hotel berbintang karena tempat tersebut telah memiliki system pengamanan dan pendataan tamu yang baik. Secara serentak OYK terpadu dilakukan sejak pagi hingga malam hari, dari pukul 08.00 hingga 24.00 WIB. OYK ini dilakukan bersama-sama dengan Dinas Perumahan, Dinas Trampib Linmas, Dinas Pariwisata, Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B), kepolisian, babinsa, kejaksaan, pengadilan, serta imigrasi.
hari ini ada OYK di kos kami. apa yang mereka lakukan? mereka datang, lalu menggubrak-gubrak semua pintu kamar *bayangkan berisiknya, mengingat kos kami ada sekitar 68 kamar?!?* beberapa teman yang kebetulan siang itu tidak masuk kantor atau punya jadual kerja yang berbeda, dan beberapa mungkin sedang tiduran….. tentunya seperti shock therapy digedor-gedor kayak lagi ngapain aja.
sebenernya OYK itu untuk pendataan kan yah? tapi naga-naganya kok sepertinya kos kami ini rumah bordil yang sedang ada acara ‘bobo-bobo siang’ atau ‘sarang pengguna narkoba’? rasanya sebal sekali!
lalu, semua anak-anak yang ada di kamar disuruh dipaksa turun ke lantai bawah. mereka –petugas-petugas gadungan *abisnya, udah nga bawa surat tugas, pake acara bentak-bentak dan marah-marah segala!* itu – ramai loh. jumlahnya hampir 20 orang *ada polisi, pamong praja, satpam keluarahan, dll lah* mereka datang tiba-tiba langsung naik ke dua lantai atas dan menggebrak-gebrak semua kamar. sempat mengintip-intip juga ke dalam kamar, sampai maksa membuka gorden segala.
kos kami kan KHUSUS UNTUK WANITA: no boys allowed! gimana kalo penghuninya *maaf* lagi naked? *namanya juga di kamar sendiri, kenapa nga?* dapat bonus dong mereka?!! 
‘begini rupanya yang namanya PENDATAAN KEPENDUDUKAN?!’
lalu, semua teman-temanku yang waktu itu sedang ada di rumah……… DIAMBIL KTP-nya! TERMASUK!!! teman yang PUNYA KTP DKI JAKARTA!
..........ini cerita dari mereka, waktu aku temui sedang beramai-ramai di lantai bawah *tumben, biasanya jam segitu kos pada sepi karna pada tidur atau pergi kerja*
dicritain begini, aku rasanya juga… lalu, gimana nasib KTP mereka yah? apakah mereka harus menjadi manusia-manusia tanpa identitas karena tau-tau KTPnya ditarik oleh petugas-petugas gadungan yang bawa pentungan, pisau dan pistol *dan ooh, yang juga tanpa surat tugas itu!* itu.
aku naik ke atas, masuk ke kamarku……. niatnya sih mau tidur, pusing. makanya aku tidak masuk ke kantor hari ini. tadi abis ujian *nanti deh cerita-cerita soal ini yah?*
dua jam kemudian, seorang bapak yang merupakan orang suruhan Juragan Kos kami pun datang. sambil membawa KTP-nya temen-temen.
horeeeeee……… 
tapi, O-Oh! ada secarik kertas diklip bersama masing-masing KTP, yang isinya: *duh, sayang aku nga sempet nyatet isinya*, tapi intinya:
SI PEMILIK KTP INI DIKENAKAN TINDAK PIDANA, DAN HARUS MEMBAYAR DENDA sebesar Rp. *****,-
di-cap!
*tapi tulisan di cap-nya nga begitu jelas, katanya itu dari Pemkot, duh coba aku tadi lebih teliti memperhatikan… karena bukan atas namaku, jadi aku tidak bisa memegangnya lama-lama*
1. Mbak Ira, KTP Situbondo, didenda Rp. 15.000,- 2. Mbak Ida, KTP Situbondo, didenda Rp. 25.500,- 3. Mbak Wiwiek, KTP Bekasi, didenda Rp. 15.500,- 4. Mbak Witri, KTP JAKARTA!, didenda Rp. 20.500,- 5. dst.. dst..
lalu kami ramai-ramai protes, APA DASARNYA MENINDAK KAMI SEPERTI INI? APA SALAH KAMI?!
katanya, mestinya kami BIKIN KTP MUSIMAN *tau nga? bikin KTP musiman itu biayanya Rp. 50.000,- dan hanya berlaku selama TIGA BULAN!* kata mereka, itu WAJIB! jadi, apa gunanya KTP PERMANEN?? *padahal waktu itu butuh biaya 200 ribu rupiah untuk memohonnya.*
katanya lagi, *tapi aku ndak begitu percaya* para buruh pabrik yang sedang sibuk membangun beberapa apartemen di sekitaran tempat kosku itu-pun DIPAKSA MEMBAYAR karena mereka nga punya KTP MUSIMAN! padahal, mereka hanya tinggal di pondok2 sementara, sebagai buruh, untuk menyelesaikan bangunan milik orang-orang kaya itu!
kata si Bapak, orang suruhan itu, bahkan pihak kecamatan juga kena denda, karena mereka juga tidak tahu tentang peraturan ini. katanya, udah ada PERDA-nya. hatiku rasanya langsung memanas, dan aku-pun langsung memotong, “TOLONG PERDA-NYA DIBAWA KE SINI! ATAU JELASKAN PADA KAMI PERDA NOMOR BERAPA DAN TAHUN BERAPA, BIAR KAMI TAU ATAS DASAR APA KAMI DITINDAKPIDANAKAN SEPERTI INI?! DAN ATAS DASAR APA BESARNYA BIAYA ITU DIHITUNG?” *biar tak *
awalnya si Bapak itu bersikeras, bahwa kami harus membayar. dia menunjukkan peraturan yang tertempel di board pengumuman di lantai bawah, yang isinya: “setiap penghuni disarankan untuk melaporkan identitasnya ke ketua RT/RW setempat ATAU memohon pembuatan KTP MUSIMAN". *berarti si KTP Musiman itu JELAS BUKAN SUATU KEWAJIBAN KAN?*
* eh, temans… berapa orang dari kalian (yang tinggal di Jakarta) yang rutin memohon KTP Musiman karena tidak tinggal di alamat yang tertera di KTP Permanen? *
akhirnya si Bapak, orang suruhan itu, cuma bisa menelan ludah, kasihan juga sebenarnya, karna dia tidak terlibat langsung(?) dengan praktek PUNGLI begini. tapi kami bilang tidak. dan kami tidak mengeluarkan uang dua puluh lima rupiah-pun *kan kita nga punya uang satu sen?* untuk membayar TINDAK PIDANA yang dikenakan kepada kami.
jika pihak kecamatan *yang notabene lebih tinggi kedudukannya* saja belum mendapatkan sosialisasi keberadaan PERDA ini, apa layak KAMI yang bukan siapa-siapa ini DITINDAKPIDANAKAN?! ini jelas adalah PUNGLI..... P.U.N.G.L.I.!
 menyedihkan……
-------------------------- p.s.: oh iya, dan ehm.. surat petisi yang kami layangkan ternyata tidak ditanggapi oleh Juragan Kos tercinta…. katanya tidak ada peraturan dari mereka tentang dilarang merokok. okeh. setuju. tapi bagaimana dengan toleransi terhadap orang lain? oooh, itu tidak penting bagi Juragan Kost. asal uang kos nga pernah telat, semua orang bisa lakukan apapun seenak hatinya.
p.p.s: "LIAR" di tulisan ini bisa berarti 'penipu', tapi bisa juga berarti 'tidak beradab!'
* maaf yah, banyak tinta merah-nya..... lagi kesel, harap maklum*
--------------------------------- p.s: ternyata ada PERDA NOMOR 4 TAHUN 2004! jadi pnasaran sama isinya.. |
posted by clodi @ 17:44  |
|
|
|
| lundi, avril 04, 2005 |
slamat jalan, Bapa.. |
meski langkahmu kian tertatih.. tapi ke tiap penjuru engkau hampiri,
meski nafasmu terasa kian memberat.. namun jutaan doa tetap kau ucap,
bagi kami... bagi dunia....
26 tahun engkau mengabdi bagi iman, ratusan negara engkau kunjungi tanpa memilih,
slamat jalan, Bapa..
semangatmu tak kan mati.. di dalam hati kami, dalam hati anak-anak kami,
untuk mengasihi dunia ini, tanpa memilih..
demi cinta, demi perdamaian, demi terhentinya perang, demi kasih sayang..
bagimu, kini kami yang berdoa bagimu, kini kami yang berharap
..nantikan kami di sana, bersama Bunda Theresa yang kami cinta..
|
posted by clodi @ 09:26  |
|
|
|
|
after he took my hand and promised to share his life with me, i amazed that my life finally went straight to his heart..
after she's born, i learned to love my life..
the way they moved, the way they cried, the way they laughed, the way they did everything.. gave me strenght, gave me spirit, gave me hope! i dedicate my life to the loving father and my lovely baby..
bisous! |
| About Me |
|

Name: Clodi Sembiring
Home: South Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
About Me: ..an absurd human being sophisticated in her moods, having a horse sign reflecting elegance, independence, friendliness, and loyalty... yet helpful and constantly on the move, also enjoys experimenting with new things or meeting new people.
want to know me better?
|
| Previous |
|
| Archives |
|
|
| Daily Clicks |



|
Media Box |
| View Show | Create Your Own
![]() ![]()
|
| Fellowship |
|
| Credits |
 |
|
|